Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 9 : Drama

Drama: Pengertian, Struktur, dan Contoh

Pengertian Drama

Drama adalah salah satu genre sastra yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia melalui dialog dan tindakan. Drama biasanya ditulis untuk dipentaskan di atas panggung, sehingga penonton dapat menyaksikan langsung peristiwa yang terjadi. Kata “drama” berasal dari bahasa Yunani “dran,” yang berarti “bertindak” atau “melakukan.”

Drama bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana untuk menyampaikan pesan, menggambarkan konflik, dan memperlihatkan berbagai aspek kehidupan manusia. Melalui drama, penonton dapat merasakan dan memahami berbagai emosi, konflik, dan nilai-nilai yang terdapat dalam cerita.

Struktur Drama

Drama memiliki struktur yang khas dan terdiri dari beberapa elemen penting, yaitu:

  1. Babak (Act)
    • Drama biasanya dibagi menjadi beberapa babak. Setiap babak merupakan bagian besar dari cerita yang mencakup rangkaian peristiwa tertentu. Babak ini mirip dengan “chapter” dalam sebuah novel.
  2. Adegan (Scene)
    • Setiap babak terdiri dari beberapa adegan. Adegan adalah bagian yang lebih kecil dari babak dan menggambarkan peristiwa yang terjadi dalam satu waktu dan tempat tertentu.
  3. Prolog
    • Prolog adalah bagian pembuka dari drama yang memberikan gambaran umum tentang latar belakang cerita, karakter, dan konflik yang akan muncul. Prolog sering kali disampaikan oleh narator atau salah satu karakter.
  4. Dialog
    • Dialog adalah percakapan antara karakter-karakter dalam drama. Melalui dialog, penonton dapat memahami karakter, konflik, dan perkembangan cerita.
  5. Monolog
    • Monolog adalah ucapan panjang yang disampaikan oleh satu karakter kepada dirinya sendiri atau penonton. Monolog digunakan untuk mengungkapkan perasaan, pikiran, atau rencana karakter tersebut.
  6. Aksi
    • Aksi mencakup semua tindakan yang dilakukan oleh karakter di atas panggung. Aksi ini dapat berupa gerakan, ekspresi wajah, atau interaksi dengan objek dan karakter lain.
  7. Epilog
    • Epilog adalah bagian penutup dari drama yang memberikan kesimpulan atau akhir cerita. Epilog sering kali disampaikan oleh narator atau salah satu karakter untuk memberikan penjelasan tentang nasib akhir para karakter.

Jenis-jenis Drama

Drama dapat dikategorikan ke dalam beberapa jenis berdasarkan isi dan tujuannya, yaitu:

  1. Tragedi
    • Drama tragedi menggambarkan kisah sedih atau malang yang dialami oleh tokoh utama. Tokoh utama sering kali menghadapi konflik yang sangat berat dan berakhir dengan nasib yang tragis. Contoh terkenal dari drama tragedi adalah “Romeo and Juliet” karya William Shakespeare.
  2. Komedi
    • Drama komedi menggambarkan kisah yang lucu dan menghibur. Tokoh-tokoh dalam drama komedi sering kali mengalami situasi yang konyol atau aneh, dan cerita biasanya berakhir dengan bahagia. Contoh drama komedi adalah “A Midsummer Night’s Dream” karya William Shakespeare.
  3. Tragikomedi
    • Tragikomedi adalah campuran antara tragedi dan komedi. Drama ini mengandung unsur-unsur kesedihan dan kebahagiaan, sehingga menciptakan perasaan campur aduk pada penonton. Contoh dari tragikomedi adalah “The Tempest” karya William Shakespeare.
  4. Drama Romantis
    • Drama romantis menggambarkan kisah cinta antara tokoh utama. Cerita biasanya berfokus pada perjalanan cinta, konflik, dan tantangan yang dihadapi oleh pasangan tersebut. Contoh drama romantis adalah “Pride and Prejudice” karya Jane Austen.
  5. Drama Sejarah
    • Drama sejarah menggambarkan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah. Drama ini sering kali berdasarkan tokoh-tokoh dan kejadian nyata yang terjadi di masa lalu. Contoh drama sejarah adalah “Henry V” karya William Shakespeare.

Contoh Drama

Berikut adalah contoh singkat dari sebuah naskah drama yang berjudul “Persahabatan Sejati”:

Prolog

(Narator berdiri di tengah panggung)

Narator: “Di sebuah desa kecil yang damai, hiduplah dua sahabat karib, Budi dan Andi. Mereka selalu bersama, dalam suka maupun duka. Namun, suatu hari, persahabatan mereka diuji oleh suatu peristiwa yang tak terduga.”

Babak 1, Adegan 1

(Latar: Rumah Budi. Budi sedang duduk di teras rumahnya. Andi datang berlari-lari menghampiri Budi)

Andi: (terengah-engah) “Budi! Budi! Aku punya berita besar!”

Budi: (terkejut) “Apa yang terjadi, Andi? Kenapa kamu terlihat begitu panik?”

Andi: “Aku baru saja mendengar dari Pak Lurah, ada lomba menulis cerita pendek di kota! Pemenangnya akan mendapatkan beasiswa untuk sekolah menengah atas!”

Budi: (tersenyum) “Wah, itu kabar bagus! Kamu harus ikut, Andi. Aku tahu kamu sangat berbakat dalam menulis.”

Andi: (merasa ragu) “Tapi, Budi, aku tidak yakin bisa menang. Banyak orang yang lebih hebat dari aku.”

Budi: “Jangan khawatir, Andi. Aku akan membantumu. Kita akan bekerja sama untuk membuat cerita yang luar biasa!”

Babak 1, Adegan 2

(Latar: Taman desa. Budi dan Andi duduk di bangku, membahas ide untuk cerita)

Budi: “Bagaimana kalau kita menulis tentang persahabatan? Itu adalah sesuatu yang kita pahami dengan baik.”

Andi: “Ide bagus, Budi! Persahabatan yang sejati, seperti kita berdua.”

Budi: “Ya, kita bisa menceritakan kisah dua sahabat yang saling mendukung dan mengatasi segala rintangan bersama.”

Babak 2, Adegan 1

(Latar: Rumah Andi. Andi sedang menulis cerita, sementara Budi membaca dan memberikan masukan)

Budi: “Bagian ini bagus, Andi. Tapi mungkin kita bisa menambahkan sedikit konflik di sini, agar ceritanya lebih menarik.”

Andi: “Iya, kamu benar. Aku akan menulis tentang ujian besar yang menguji persahabatan mereka.”

Babak 3, Adegan 1

(Latar: Aula sekolah. Pengumuman pemenang lomba menulis)

Pengumuman: “Dan pemenang lomba menulis cerita pendek adalah… Andi!”

Andi: (terkejut dan senang) “Aku menang, Budi! Aku menang!”

Budi: (tersenyum bahagia) “Aku selalu tahu kamu bisa, Andi. Persahabatan kita yang membuat cerita ini istimewa.”

Epilog

(Narator berdiri di tengah panggung)

Narator: “Dan begitu lah, persahabatan sejati Budi dan Andi membawa mereka menuju kemenangan. Persahabatan yang dibangun atas dasar saling mendukung dan percaya satu sama lain adalah kekuatan terbesar yang mereka miliki. Ingatlah, sahabat sejati adalah harta yang paling berharga dalam hidup kita.”

Kesimpulan

Drama adalah bentuk sastra yang unik dan menarik karena menggambarkan kehidupan melalui dialog dan tindakan di atas panggung. Dengan memahami struktur dan elemen-elemen drama, kita dapat lebih menghargai karya-karya drama dan pesan-pesan yang ingin disampaikan. Melalui drama, kita dapat merasakan berbagai emosi, memahami konflik, dan mendapatkan wawasan baru tentang kehidupan manusia. Drama bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana untuk belajar dan merenung tentang berbagai aspek kehidupan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Materi Teks Persuasi: Pengertian, Struktur, dan Contoh

Next Post

Materi Bahasa Indonesia Kelas 9 : Teks Laporan Percobaan

Related Posts